Cari Blog Ini
Rabu, 31 Juli 2013
Sejarah Boden Powel
Mengenal Lebih Dekat Boden Powel, Sang Pendiri Gerakan Kepanduan Dunia
Berbicara tentang PRAMUKA, maka kita harus mengenal pendiri Gerakan Kepanduan ini yang telah membuat suatu loncatan dalam sejarah yang mengejutkan dunia, berikut Biografi BP :
Nama Lengkap : Robert Stephenson Smyth Baden Powell.
Nama Panggilan : Baden Powell atau BP (bee-pee/bipi).
Nama Kecil : Ste, Stephe, Stephenson atau Steevie.
Tempat / Tanggal Lahir : London ( Inggris ) / 22 Februari 1857.
Wafat : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941.
Nama Ayah : Prof.Domine Baden Powell.
Nama Ibu : Miss Henrietta Grace Smyth.
Nama Saudara : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes,
Henrietta Jessie dan Baden Fletcher.
Nama Istri : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ).
Nama Anak : Peter, Heather dan Betty.
Buku – Buku Karya BP : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb.
Penghargaan : Ashanti Star (1895), Metabele Campaign (1897), South African War
Queen’s (1899), South African War King’s (1901), Companion Order
of yhe Batc (1900),dsb.
Warga Kehormatan : Newcastle, Tyne, Bangor, Cardiff, Harwich, Kingston on Thames,
Poole, Guildford, Blandford, London, Canterbury ddan Pontecraft.
Boden Powel Of Gilwel
BP adalah seorang tentara inggris dan penemu the Boy Scouts, lahir di london dan merupakan lulusan Charterhouse School. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 s/d 1895, BP sukses bertugas, di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti. Sebelum dan semasa Perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan Kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan Letnan Kolonel dari Pengawal Nagake-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberaniaan dan penggabdiannya selama mertahankan Kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepunyaan musuh, dipromosikan menjadi mayor jenderal.
BP kemudian kembali ke Inggris, pad tahun 1908 BP menjadi Letnan Jenderal. Dianugrahi gelar KeSATRIA tahun 1909, kemudian pensiun dari dinas militer pada tahun berikutnya. BP membentukthe Boys Scouts di tahun 1908 dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikanthe Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak – anak dan remaja putri selama Perang Dunia I
-BP bersama saudara-saudaranya bertambah akrab sepeninngal ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun BP telah jadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, BP dituntut untuk dapat hidup mandiri.
-BP telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekerasan hai serta keteguhan ibunya yang tercinta Ny.Henrietta Grace.
-BP sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuwan terkenal pada jamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H.Lewes, dan James Martineau. BP adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa dan penolong. Hal tersebut dapat terlihat pada sebuah tulisan BP dalam sebuah suratnya kepada ibunya.
APA YANG HARUS KUKERJAKAN NANTI
Aku ingin sekali membuat para orang miskin menjadi kaya seperti kita (tulis stephe) dan mereka secara hukum berhak untuk bisa bergembira seperti kita, dan siapapun orang yang berada wajib memberi orang yang tidak punya.
Dan kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menganugerahi kita. dan Dia telah membuat orang miskin dan oranh kaya dan aku akan memberitahumu bagaimana untuk menjadi baik. Sekarang akan kuberitahu. Kau harus selalu berdoa kepada Tuhan, tetapi kau tidak bisa menjadi orang baik hanya dengan berdoa saja, tetapi kau harus berusaha keras menjadi orang baik.(ditulis BP, 26 Februari 1865)
-Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk BP seperti Rugby atau Eton, akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse School di tahun 1870.
-Di Charterhouse, BP sangat populer, selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan ekstra seperti :
1.Marching Band
2.Klub Menembak (Rifle Corps)
3.Teater, Kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Mc Laren.
4.Melukis dan menggambar, gambar / ilustrasinya selalu mengisi berbagai karya tulisnya.
5.Kiper kesebelasan Chartehouse
-Di Charterhouse School inilah BP mendapatkan julukan lainnya, yaitu “Bathing-Towel”.
-Di usia 19 tahun, BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian BP memutuskan untuk bergabung dengan Dinas Kemiliteran, atas bantuan Pamannya Kolonel Henry Smyth, Komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut BP ditempatkan di india, dengan pangkat Pembantu Letnan.
-Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempegaruhi perkembangan berdirinya Gerakan Kepanduan di Inggris.
Macam macam bentuk tenda
Macam-macam Bentuk Tenda Bentuk Tenda, Bentuk tenda bermacam-macam
Macam-macam Bentuk TendaBentuk Tenda,
Bentuk tenda bermacam-macam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk memudahkan mengenali perbedaan bentuk tenda, selain dari bentuk kainnya, dapat juga dibedakan dari jumlah tiangnya. Dari jumlah tiang bisa dibedakan antara tenda bertiang satu dan tenda bertiang dua.
Tenda bertiang satu
- bentuk runjung,
- bentuk huruf A,
- bentuk huruf A bersegi lima.
Kurang bermanfaat untuk jika digunakan untuk beregu.
Bentuk ini memerlukan banyak alat tenda namun malah
banyak pula tempat/ruang yang terbuang.
Bentuk Huruf A Rendah,
Biasanya digunakan sebagai tenda pelindung dan tenda untuk satu orang. Tenda- satu orang dapat juga diberi beratap lapis dua, untuk menahan air hujan. Ukuran tenda satu orang: tinggi 1 m, lebar 1,10 m dan panjang 2,5 m. Ujung sebelah dalam dapat digunakan untuk menyimpan alat-alat makan, barang-barang pribadi, dan lain-lain. Bila akan digunakan 2 orang, sebelah ujung dapat dinaikkan sedikit dan dilebarkan sedikit, sehingga terasa lapang, lihat gambar di bawah ini :
Bentuk tenda ini baik untuk digunakan 2 orang dan memberi keleluasaaan untuk duduk di dalamnya. Bentuk ini juga mudah dipasang dan mudah pula dibuatnya, karena kain yang digunakan tidak perlu dipotong-potong dan dijahit kembali. (lihat gambar di samping kiri)
Kain yang digunakan berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran: lebar 1,9 m, panjang 3,2 rn. Untuk lipatan ke dalam masing-masing sisi ditambah 0,2 m. Kalau tenda ini didirikan akan memiliki ukuran:tinggi 1,6 m,lebar bawah 2 m,dan dalam 1 m. (lihat Gbr 1)
Bentuk Huruf A Bersegi Lima
Perbedaannya dengan bentuk huruf A Tinggi, sebelah belakang tenda ini dilebihkan sehingga bersegi lima. Pada bagian bawah tenda ini diberi tambahan dinding, supaya tenda memiliki ukuran tinggi 1,6 m. Sedangkan bila tidak diberi tambahan, tinggi tenda hanya 1,,2 m. Tambahan sudut merupakan tambahan ruang yang dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi. Tenda bentuk ini dapat digunakan untuk 3 orang, seperti gambar di bawah ini.
- bentuk lancip,
- bentuk huruf A,
- bentuk pondok.
Bentuk tenda yang beratap lancip ini kurang praktis digunakan (lihat gambar di bawah ini)
Bentuk Huruf A
Bentuk tenda ini biasa dipakaisebagaitenda pelindung (shelter) dan sebagai serambi dari tenda regu atau tenda pimpinan.
Bila tenda pelindung ini akan disempurnakan bentuknya dapat ditambah bagian belakangnya, tambahan ini dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi pekemah.
Untuk menjaga lubang angin pada pintu tenda dari sinar matahari langsung, atap bagian depin dapat diperpanjang. Lebih sempurna lagi bila ditambahkan atap kedua untuk menahan air hujan dan panas matahari
Bentuk Pondok
Bentuk pondok ini sangat digemari para pekemah dalam jumlah lebih dari 2 orang. perbedaan utama dari tenda bentuk huruf A, tenda pondok ini berdinding tegak lurus, selain dinding atapnya yang miring. Keuntungannya agak leluasa untuk dudut atau membungkuk didalamnya. Jika lebih tinggi lagi dinding tegak lurusnya akan menjadikan atap tenda lebih naik lagi. Tenda untuk 2 orang berukuran: tinggi 1 m, lebar 1,3 m, panjang/dalam 2 m, dan tinggi dinding tegak 0,4m.
Sumber :
Buku Petunjuk Praktis Berkemah, Idik Sulaeman, Penerbit Grameda Jakarta, 1983
Buku Pedoman Kepramukaan, Kwarnas Gerakan Pramuka, Penerbit Kedai Pramuka Kwarnas, 1980
Langganan:
Postingan (Atom)